“Otak Politik Jokowi” Diluncurkan Dr. Tifa

Jumat, 27 Februari 2026 | 05:40

Dr. Tiffa (tengah)/Sindonews

Pegiat media sosial yang juga epidemiolog perilaku Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) meluncurkan buku berjudul Otak Politik Jokowi pada Kamis (26/2/2026) ini di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Buku tersebut mengupas tentang otak politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

"Buku yang berjudul Otak Politik Jokowi. Kalau saya penakut, saya akan pakai judul bukunya Otak Politik Mulyono atau Otak Politik si Jack, tapi saya tetap menggunakan judul Otak Politik Jokowi. Karena yang namanya ilmu pengetahuan itu jujur, tidak ada yang disembunyikan," ujarnya saat meluncurkan buku tersebut.

Menurut Tifa, buku tersebut merupakan hasil penelitiannya dengan objek otaknya Jokowi. Meski mengaku sudah dikriminalisasi, dia tetap meluncurkan buku itu untuk bisa dibagikan sebagai pelajaran penting bagi masyarakat. 

"Saya menggunakan media buku karena beda dengan jurnal. Jurnal itu membutuhkan waktu lama untuk sampai kemudian temuan penelitian atau temuan ilmiahnya itu bisa dibaca orang," tuturnya.

Selain itu, pembaca jurnal merupakan kalangan terbatas. Berbeda dengan buku, semua orang bisa membacanya, sehingga pelajaran atau ilmu yang ada di buku itu bisa cepat tersebar.

"Kalau memang yang menjadi subjek kajian saya otaknya Jokowi, saya harus katakan otaknya Jokowi yang saya bedah di buku ini. Dan kajian saya menggunakan sebuah ilmu yang saya kembangkan yaitu neuropolitika," jelasnya.

Tifa menerangkan, metode dalam buku itu menggunakan neuropolitika dengan gabungan 4 dimensi ilmu, yakni neurosains, psikologi behavior, forensik, dan politik kritis. Tifa menyebut, ada banyak otak Jokowi, mulai dari otak depan, yang memproduksi dan memuat memori primer atau sekunder, memori jangka pendek atau memori literal yang dipelajari, hingga otak bagian dalam yang bernama hipokampus.

"Saya berikan ilmu di sini agar semua orang bisa mempelajari otaknya Jokowi, jadi bukan hanya saya yang melakukan penelitian, tapi semuanya bisa melakukan penelitian, melakukan pengkajian tentang otak politik otaknya Jokowi. Terutama dalam bagaimana dia menggunakan otaknya untuk 10 tahun menguasai negara ini," bebernya. 

Tifa melanjutkan, selain buku berjudul Otak Politik Jokowi, dia juga meluncurkan buku berjudul Jalan Samurai Akademik, Nalar, Keberanian, dan Tanggung Jawab Ilmiah Dr. Tifa. Buku tersebut karya gabungan dari sekelompok peneliti hingga para ilmuwan neuroscience, termasuk mahasiswa yang sedang mengambil tesis. Mereka melakukan penelitian tentang bagaimana jalan pikiran seorang Dokter Tifa.

"Jalan pikiran saya ini mereka jadikan sebagai bahan kajian, bahan penelitian. Bahkan, sekarang ini saya sama Mas Roy, sama Rismon sedang fokus kepada penelitian kami yang sudah selesai, yaitu terkait dengan ijazah Joko Widodo dan kita lanjutkan dengan riwayat pendidikan juga ijazah anaknya, dari Gibran Rakabuming Raka itu," ungkapnya.

Tifa menjabarkan, para peneliti, ilmuwan, hingga mahasiswa itu menilai peristiwa yang dialaminya, mulai dari kasus ijazah Jokowi hingga mereka menjadi ahli dalam sidang kasus Citizen Lawsuit (CLS) ijazah Jokowi, sebagai peristiwa yang tidak berdiri sendiri. Mereka menganggap itu sebuah peristiwa yang berkelindan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain.

"Kenapa samurai? Karena saya mau sampaikan peneliti, ilmuwan, akademisi seperti kami ini seperti samurai. Jalan sunyi, penuh dengan risiko. Kalau samurai berisiko kematian selalu membayangi, kalau kami ternyata penjara membayangi. Kalau samurai itu punya tuan (orang), nah, tuan kami bukan orang, tapi ilmu pengetahuan, kebenaran yang datangnya dari Allah SWT," katanya.

 

 

Artikel Lainnya

Ibu Kota Buku Dunia UNESCO 2026 Jatuh pada Rabat

Selasa, 14 April 2026 | 20:45

BN. Rabat secara resmi ditetapkan sebagai Ibu Kota Buku Dunia UNESCO untuk tahun 2026, menandai tonggak budaya penting bagi ibu kota Maroko ini sekaligus bersiap untuk menjadi tuan rumah Pameran Pener ...


Media Siber Indonesia, Berdaulat atau Cuma Penonton?

Sabtu, 11 April 2026 | 08:35

Ketika algoritma global mengatur arus informasi, dan kecepatan sering kali mengalahkan akurasi, media nasional dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berdaulat dan bermartabat. Oleh: Ju ...


“Wuthering Heights” di Layar Lebar

Jumat, 10 April 2026 | 09:48

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI NOVEL “Wuthering Heights” karya Emily Brontë sudah 7 kali diangkat ke layar lebar. Kalau ditambah versi TV, mini seri, dan film T ...


"If you don’t like to read, you haven’t found the right book."

- J.K. Rowling