20 Penulis Cilik Terbitkan Buku Bersama “Pahlawan di Sekitar Kita”

Selasa, 24 Februari 2026 | 22:15

Peluncuran buku "Pahlawan Di Sekitar Kita", Minggu, 22 Februari 2026, di TK Sa'adiah 1, Jalan Juanda, Samarinda./Kaltimkece.id

Peluncuran buku “Pahlawan di Sekitar Kita” terasa istimewa karena bertepatan dengan hari jadi ke-7, Taman Baca Masyarakat (TBM) Ramah Baca di Samarinda. Buku ini merupakan kumpulan 20 cerita dan ilustrasi karya Sahabat Ramah Baca, sebutan bagi anak-anak yang aktif di komunitas literasi tersebut.

Pendiri TBM Ramah Baca, Maulidya Risdza, menjelaskan proses terbitnya buku ini dalam peluncuran yang dilakukan hari Minggu, 22 Februari 2026, di TK Sa'adiah 1, Jalan Juanda, Samarinda.

Penerbitan buku disebut bertujuan memberikan sesuatu yang bermanfaat, menggali potensi anak-anak, dan menghadirkan inspirasi bagi banyak orang.

Adapun tema “Pahlawan di Sekitar Kita” dipilih karena awal penyusunan buku bertepatan dengan Hari Pahlawan pada November 2025. Maulidya menegaskan bahwa konsep pahlawan dalam buku ini tidak terbatas kepada sosok di medan perang.

“Anak-anak diajak memahami bahwa pahlawan bisa siapa saja. Orang tua, guru, bahkan diri sendiri. Yang terpenting adalah empati, rasa syukur, dan kesadaran bahwa setiap makhluk memiliki peran,” jelas perempuan kelahiran Samarinda, 23 Oktober 1988 itu.

Gagasan penerbitan buku ini bermula dari undangan kepada Sahabat Ramah Baca untuk mengikuti Polnes Architecture Weeks Vol 4 pada Agustus 2025. Dari sana, terbentuk grup sketsa untuk anak-anak yang gemar menggambar. Kegiatan berlanjut pada November 2025 melalui program "Meet the Talent" yang menghadirkan komikus Samarinda, Ramadhan S Pernyata. Melihat antusiasme anak-anak, proyek ini kemudian diseriusi menjadi buku kolaborasi.

TBM Ramah Baca menggandeng penerbit independen dari Samarinda, TNT Books. Proses pendampingan melibatkan Talitha Rahmawati Lahay dan Nanda Aina sebagai penyunting naskah, serta Thalita Rizky sebagai penyunting ilustrasi. Proses penulisan sekitar tiga bulan dari November hingga Januari dengan produksi sekitar empat bulan hingga siap cetak. Cetakan perdana berjumlah 170 eksemplar dan saat ini dipasarkan melalui sistem prapesan.

Pendamping utama penulisan, Talitha Rahmawati Lahay, mengatakan 20 Sahabat Ramah Baca dipilih dari anak-anak yang memiliki minat menggambar dan menulis. Mereka mengikuti dua mini class sebelum mengembangkan ide masing-masing.

“Anak-anak menulis dan mengilustrasikan sendiri karya mereka. Kami hanya mendampingi, memberi arahan, dan menyunting seperlunya. Tantangannya adalah menjaga semangat mereka selama proses yang cukup panjang,” ujar Talitha.

Sementara itu, ilustrator buku, Thalita Rizky, menjelaskan ilustrasi dalam buku ini dibuat dengan konsep faceless (tanpa wajah). Menurutnya, konsep tersebut dipilih agar tetap selaras dengan nilai syariat tanpa membatasi imajinasi anak.

“Kami tidak banyak mengubah ilustrasi. Buku ini benar-benar murni karya anak-anak dengan gaya mereka masing-masing,” katanya.

Beragam sudut pandang tentang pahlawan hadir dalam buku ini. Atha Widyanata Setia, 12 tahun, siswa kelas 6 SD 008 Samarinda Ulu, menulis cerita "Sahabat Kecil Sungai Mahakam". Ia mengangkat tokoh anak pencinta sepak bola yang peduli kebersihan sungai dan kelestarian pesut Mahakam.

“Pesan saya, kita harus menjaga kebersihan lingkungan, termasuk di sungai,” ujar Atha yang bercita-cita menjadi guru, komikus, dan pemain bola.

Ainun Mahya Safira, 9 tahun, siswi kelas 3 SDIT Umar bin Khattab, menulis “Merida Pahlawan Teduhku.” Isinya tentang pohon mangga yang menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan.

“Tanaman juga bisa jadi pahlawan. Kita harus menjaga bumi,” kata Ainun.

Ibunda Ainun, Nanda Aina, bersyukur atas kesempatan yang diperoleh putrinya. Menurutnya, dunia literasi tidak akan pernah merugikan selama digunakan di jalan yang benar.

“Semoga ini menjadi pemacu lahirnya karya-karya berikutnya,” ujar Nanda.

Sementara itu, Faazila Alifia Nurrahma (8), siswa homeschooling, menulis “Pahlawan di Dalam Tubuh Kita” dengan tokoh trombosit sebagai pahlawan tak terlihat.

“Tidak semua pahlawan terlihat tetapi tetap bisa menolong,” ucap Alifia.

Haerika Febriana Wati, ibunda dari Aizatul Ihsan yang menulis “Abatiku Jagoanku” mengaku bangga putrinya yang masih berusia tujuh tahun mampu menulis sebuah cerita dan diterbitkan.

 

Artikel Lainnya

Pengurus IKAPI Jakarta 2026-2031 Dilantik, Gen Z dan Gen Alpha Semakin Gandrung Baca Buku

Kamis, 26 Februari 2026 | 16:05

BN. Sebagai generasi yang lahir di era digital atau digital native, Gen Z dan Gen Alpha memiliki ketertarikan yang tinggi pada literasi buku. Minat yang tinggi ini terlihat dari tingkat kunjungan ke p ...


Kisah Sukses Kongres Nasional ke-13 Partai Komunis Vietnam Dibukukan

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:11

BN. Penerbitan Politik Nasional, berkoordinasi dengan Departemen Propaganda dan Mobilisasi Massa Pusat, menyelenggarakan upacara peluncuran buku “Vietnam yang Bersinar - Tanda Prestasi Kongres N ...


Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Luncurkan Dua Buku Inspiratif

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:00

BN. Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, meluncurkan dua buku inspiratif berjudul “Sisi Lain Polisi Jilid I” dan “Sisi Lain Polisi Jilid II: Srikandi Flobamorata” dalam acara ya ...


"Show me a family of readers, and I will show you the people who move the world.  "

- Napoleon Bonaparte