Teguh yang Teduh: Book Launch 2 Buku Karya Teguh Santosa
Senin, 31 Juli 2023 | 18:55
Khalid Zabidi, Ketua Bidang Kerjasama JMSI Pusat
AH malam yang sangat istimewa, Minggu, 30 Juli 2023. Bagaimana tidak. Saya duduk diantara kawan lama, kawan baru, kawan berbakat dan kawan dari beragam muka dunia.
Iya, malam itu saya duduk mendengar pidato dari para duta besar negara dunia, Rusia, Venezuela, Maroko dan berdampingan dengan utusan negara sahabat Afganistan, Sudan, New Zealand, dan Korea.
Rasa suka cita optimisme berbalut rasa ngeri terhadap perkembangan dunia saat ini, kabar sesat menyesatkan, berita bohong, berita titipan dan informasi sampah bersliweran di sekitar kita.
Namun, jurnalis intelektual dan aktivis Teguh Santosa seketika hadir memberikan rasa teduh di antara suara-suara itu, mendatangi negara konflik, menanyai pihak-pihak, menengok keaslian ragam budaya dan menulis dalam perenungan dan penghayatan yang dalam, bukan hanya “Di Tepi Amudarya” yang memukau tapi malam ini ada “Perdamaian Yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina.”
Kehidupan ini memang penuh warna, karena hitam dan putih bukan warna. Spektrum pelangi membawa kita kepasa keindahan dan keteduhan, komentar dari Jaya Suprana, Rizal Ramli, Umar Hadi dan Yusron Ihza para sahabat sesama jurnalis dan para furu bertitah dan bertestimoni, Teguh hadir dalam 4 dimensi, seorang sabahat, seorang jurnalis, seorang aktivis dan seorang pemimpin.
Ah, saya terbawa ke alam imajinasi saat Muhammad Iqbal Sadikin seorang Pianis anak didik Mpu Jaya Suprana membawakan sebuah alunan piano “Aduhai Indonesia”, saya berkeliling Nusantara dalam hening dan denting.
Michael Anthony seorang pianis tunanetra dengan bakat luar biasa membawakan dua kompoosisi lagu Rusia, “June” dari Tchaikovsky, dan karya Sergei Rahmanivov dengan sangat baik, jiwaku melambung tinggi ke balik pikiran tak ingin kembali.
Sesaat rasa terimakasih saya terbentuk utuh kepada Teguh, Teguh yang Teduh. 
Artikel Lainnya
Semenanjung Korea dan Jepitan Geopolitik
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:25
BN. Buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” karya Teguh Santosa hadir sebagai sebuah literatur yang sangat ambisius dalam membedah salah satu konflik geopolitik paling awet di dunia modern. ...
Membedah Fondasi Pemikiran Dunia melalui “Philosophy 101”
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:18
BN. Filsafat sering kali dianggap sebagai sebuah bidang ilmu yang mengawang-awang, penuh dengan istilah rumit, dan jauh dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, melalui bukunya yang berjudul &ldquo ...
Membaca Ulang Arah yang Tidak Pernah Netral
Senin, 18 Mei 2026 | 21:19
Tugas kita sekarang adalah memastikan bahwa pergeseran itu membawa tatanan yang lebih adil, bukan sekadar pergantian pusat kekuasaan. Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Insti ...