Model Resolusi Konflik Horizontal: Integrasi Hukum, Budaya, dan Kesejahteraan
Firli Bahuri dengan sangat jeli menunjukkan bahwa apa yang tampak dalam pemberitaan media massa maupun apa yang sering diperdebatkan dalam seminar-seminar akademik berpendingin udara hanyalah puncak dari gunung es (tip of the iceberg). Di bawah permukaan air yang tenang, terdapat struktur ketegangan yang jauh lebih rumit, berdimensi dalam, serta berakar pada ketimpangan sosial-ekonomi yang telah mengendap bertahun-tahun.
Melalui kacamata socio-legal approach yang menggabungkan pendekatan yuridis normatif dan empiris, Dr. Firli berhasil membedah bahwa konflik horizontal di NTB tidak pernah berdiri tunggal. Konflik tersebut merupakan manifestasi dari akumulasi ketimpangan distributif, kerapuhan integrasi budaya, serta penegakan hukum formal yang sering kali bersifat reaktif, sektoral, dan parsial.